Resiko Usaha Angkringan – Resiko usaha angkringan tentunya ada, jadi bukan sekedar keuntungan dan perkembangan yang kita jalani sebagai pedagang angkringan yang mandiri. Keberadaan bisnis angkringan yang kian menyebar dipenjuru daerah menjadi tantang tersendiri untuk menekuni jualan di angkringan.Bukan dari konsep dan menu yang terus dikembangkan oleh pembisnis angkringan, cita rasa dan harga menjadi salah satu pertimbangan yang matang untuk memulai usaha angkringan. Sehingga tak heran jika banyak masyarakat yang tergiur menekuni bidang usaha sederhana ini.Berikut ini adalah informasi selengkapnya dari skinlinecenter.

Kurang Laku

Ada beberapa penyebab makanan di angkringan kurang laku, diantaranya tempatnya kurang bersih. Selain itu, Banyaknya usaha makanan saat ini kadang membuat angkringan kurang laris. Apalagi jenis makanan yang tidak bervariasi. Penjual seharusnya melakukan riset mengapa jualannya kurang laku agar bisa memperbaiki kekurangannya sehingga dagangannya bisa laris.

Masalah Cuaca

Cuaca yang tidak mendukung merupakan salah satu resiko usaha angkringan menjadi sepi pengunjung. Jika musim hujan, orang-orang malas berjalan ke angkringan untuk membeli makan atau minuman. Selain itu, kemungkinan tempat di angkringan juga kurang nyaman. Jika musim kemarau dan cuaca sangat panas, angkringan juga kurang nyaman digunakan karena tidak ada pendingin.

Saingan Dengan Pedagang Angkringan Lainnya

Indonesia memiliki banyak sekali pedagang angkringan yang berjualan, apalagi di kota-kota besar. Pada jarak yang berdekatan pun tetap dilakukan pedagang angkringan untuk menjual dagangannya. Makanan dan minuman yang dijual juga rata-rata sama. Pedagang diharapkan mempunyai ciri khas yang berbeda dengan pedagang lainnya, agar dagangannya laris.

Baca Juga : Tips Sukses Membuka Usaha Laundry Kiloan

Menu Kurang Diminati Pembeli

Resiko usaha angkringan yang ketujuh dilatarbelakangi oleh hidangan yang kurang disukai pembeli. Biasanya yang menjadi penyebabnya karena citarasa, kebersihan dan makanan fresh atau tidak. Solusi paling efisien yaitu mencari suplier yang benar-benar menjaga kualitas dan rasa yang lezat.

Pengamen atau Pengemis Berdatangan

Hal ini cukup mengganggu bagi penjual maupun pembeli yang sedang makan di tempat. Penjual biasanya tidak enak jika mau mengusir pengamen atau pengemis. Jika tidak segera diberi uang, pengamen dan pengemis tidak segera pergi. Namun, jika memberi uang dalam jumlah banyak, pedagang akan merasa rugi. Hal ini karena banyak pengamen dan pengemis yang datang.
Bagi pembeli, pengamen dan pengemis juga akan mengganggu aktivitasnya. Tidak sedikit dari pembeli yang merasa tidak enak jika harus makan dengan melihat orang lain meminta-minta. Hal tersebut yang membuat pembeli tidak nyaman. Namun, bagi pembeli yang dermawan akan memberi sebagian rezekinya pada pengamen atau pengemis.