Indonesia merupakan salah satu negara dengan pengguna transportasi terbanyak, baik itu transportasi umum maupun pribadi, khususnya mobil. Kebutuhan akan transportasi ini dapat dimanfaatkan sebagai peluang bisnis berupa usaha travel mobil!

Pasalnya, kebutuhan masyarakat akan kendaraan untuk bepergian dari satu tempat ke tempat lainnya tidak akan pernah surut. Beragam jenis alasan kerap digunakan salah satu diantarannya yaitu rekreasi, perjalanan bisnis, mengunjungi kampung halaman, dan masih banyak lagi. Mobil juga dinilai lebih nyaman untuk digunakan dalam perjalanan jarak jauh maupun menengah.

Cara Buka Usaha Travel

1. Pilih Jenis Usaha Travel yang Ingin Anda Geluti

Sebelum memulai berbisnis di jasa travel, Anda wajib menentukan jenis travel apa yang mau digeluti. Apakah tiket pesawat terbang, tiket bus atau kereta api, sewa kendaraan/mobil berikut sopirnya, pengurusan visa dan paspor, pemesanan kamar live draw sgp hotel/homestay atau vila dan sejenisnya, perjalanan ke destinasi pariwisata, serta lainnya.

Bila sudah memilih, maka Anda akan fokus dengan pilihan tersebut dan akan lebih mudah untuk mempelajari hal-hal yang diperluhan.

2. Buatlah Profil Usaha Anda

Setelah Anda menentukan jenis usaha travel yang akan digeluti, buatlah profil usaha. Tulis profil usaha Anda dengan baik dan meyakinkan calon pengguna jasa Anda. Karena kredibilitas bisnis Anda dipengaruhi oleh profesionalitas pada profil yang tertera. Tulis profil usaha Anda dan keunggulan yang diberikan.

Lengkapi profil usaha Anda dengan foto yang bagus atau animasi bergerak yang menarik perhatian. Karena profil inilah sebagai alat jual untuk dapat menawarakan jasa. Semakin menarik gambar, maka semakin besar kemungkinan mendapatkan peluang lebih banyak pengguna jasa kita.

3. Petakan Lokasi Wisata yang Jadi Target Anda

Jika Anda memilih berbisnis di jasa travel wisata, cobalah melakukan pemetaan tujuan wisata yang akan Anda tawarkan. Setiap daerah pasti mempunyai tujuan wisata, bisa berupa wisata asli dari alam atau juga wisata buatan seperti taman rekreasi atau taman hiburan. Selain itu bisa berupa wisata sejarah dan wisata kuliner.

Cobalah untuk melakukan pemetaan dengan potensi wisata yang terletak disekitar kota tempat tinggal Anda. Usahakan jarak antara tempat wisata tidak lebih dari 200 km. Kenapa? Karena ini sangat berpengaruh dengan biaya dan paket yang akan Anda buat nantinya.

4. Buatlah Nama Travel yang Mudah Diingat

Selanjutnya membuat nama (brand) dari travel Anda. Cobalah membuat nama atau merek usaha Anda yang mudah diingat dan tidak pasaran atau mudah didengar (ear-catching) dan mudah dilihat (eye-catching).

Ini penting agar brand bisnis travel Anda mudah dikenali dan dihafal oleh orang. Jangan membuat nama yang terlalu sulit untuk diingat, karena semakin nama itu mudah diingat dan gampang diterima oleh banyak orang akan membantu Anda dalam menjalankan strategi pemasaran.

5. Daftarkan Merek Bisnis Travel Anda

Ini penting, karena bila Anda sudah capek-capek mengeluarkan ide untuk nama/brand dan logo bisnis travel, namun karena Anda tidak mendaftarkannya pada Hak Kekayaan Intelektual (HKI), maka Anda tidak memiliki kuasa secara hukum atas nama atau logo dari bisnis tersebut. Jika waktu-waktu ada orang menggunakan nama/logo itu, Anda tidak bisa menggugatnya meski sebenarnya Anda lah yang menciptakan pertama kalinya.