8 Pengusaha Besar Ternama di Indonesia – Ada banyak nama pengusaha muda yang telah sukses dalam menjalankan bisnis atau usahanya di Indonesia. Dengan etos kerja yang baik, selalu  kerja keras, pantang menyerah,  serta memiliki tekad yang kuat menjadi beberapa faktor yang membuat para pengusaha muda ini dapat mencapai kesuksesan yang diraihnya saat ini. Para pengusaha muda tersebut menjalankan usaha di berbagai bidang yang beragam, mulai dari bisnis kuliner hingga membangun sebuah startup digital.

Ada saat ini terdapat banyak perusahaan startup yang bermunculan di Indonesia yang tentunya memiliki andil dalam membantu untuk memajukan perekonomian di Indonesia. Perusahaan startup di Indonesia rata-rata didirikan dan dipimpin oleh para pengusaha muda yang merintis bisnisnya dari bawah. Bahkan, ada beberapa pengusaha muda yang berhasil  membuat perusahaannya mendapatkan gelar unicorn di Indonesia. Artikel ini akan memberikan penjelasan semua yang perlu diketahui terkait dengan bidang wirausahawan.

Dato’ Sri Tahir 

Lahir dari keluarga yang memiliki ekonomi yang rendah, membuat Tahir hidup dalam kondisi yang serba kekurangan. Dengan kondisi yang dialaminya tersebut, memiliki nilai kejujuran, kerja keras, serta berbagi tanpa pamrih selalu tertanam di benak Tahir. Dengan kerja keras serta gigih  dalam menjalankan bisnisnya, Tahir mampu mengembangkan Mayapada Group dalam berbagai lini bisnis. Mulai dari Mayapada Hospital, Bank Mayapada, Menara Topas, Forbes Indonesia, Fairmont Hotel Bali, hingga ELLE Indonesia merupakan pengeluaran sgp lini bisnis di bawah naungan Mayapada Group. Keuntungan yang didapatkan di setiap bisnis Tahir cukup fantasti, seperti Bank Mayapada yang mencatatkan keuntungan sekitar Rp64,16 miliar dalam laporan keuangan tahun 2020. Dengan  bisnis yang dimilikinya, Tahir memiliki kekayaan sebesar USD 2.7 miliar atau setara dengan Rp 39,8 triliun.  Tahir dikenal juga sebagai pengusaha sukses di Indonesia sekaligus menjadi filantropis dengan mendirikan Tahir Foundation.

Dimas Harry Priawan dan Aruna Harsa 

Dimas Harry Priawan dan Aruna Harsa berhasil mengembangkan startup di bidang home improvement yang memiliki nama Dekoruma. Dekoruma dirintis pertama kali pada tahun 2015 dengan Dimas sebagai CEO dan Aruna sebagai CTO. Pada awalnya, Dekoruma merupakan marketplace yang menyediakan dan menjual berbagai produk furniture serta perabotan rumah. Kemudian, mereka melakukan inovasi dengan menambah segmen home improvement lainnya, seperti menawarkan material bangunan, jasa desain interior, hingga jasa pembangunan.

Pada saat ini, Dekoruma menyediakan ratusan ribu produk serta memiliki 400 merchant dan berhasil memiliki sekitar satu juta pelanggan. Selain itu, Dimas dan Aruna melakukan kerja sama dengan lebih dari 250 desainer interior.

Anthony Salim

Berasal dari keluarga Salim Group, langkah Anthony terjun ke bidang bisnis tidak semulus yang dibayangkan.Pada tahun 1998, Anthony mencari banyak cara untuk menyelamatkan Salim Group dari lilitan hutang sekitar 55 miliar dan nyaris bangkrut. Salah satu kunci keberhasilan Anthony dalam menjalankan bisnis adalah dengan melakukan inovasi dan ekspansi. Karena hal tersebut, yang  akhirnya membuat Anthony meraih kesuksesan dan memiliki kekayaan sekitar USD 8.5 miliar atau setara dengan Rp 91 triliun Contoh inovasi dan ekspansi yang dilakukan oleh Anthony Salim yaitu melakukan idn live toto inovasi pada produk Indomie dengan memiliki varian rasa dan melakukan ekspor ke berbagai negara.

Sehingga Indomie menjadi brand mie instan terbesar di dunia yang meraup keuntungan sebesar USD 5,8 miliar. Untuk ekspansi yang dilakukan Anthony Salim yaitu membuka waralaba  Indomaret pada tahun 1997 dan berhasil menghasilkan kurang lebih 18.113 minimarket yang tersebar di seluruh Indonesia.

Achmad Zaky 

Sesuai dengan namanya, Bukalapak berasal dari kata “membuka lapak”  yang  memiliki misi “fair economy for all” dan untuk mewujudkan misi tersebut, Achmad Zaky membuat beberapa inovasi yang dikhususkan untuk para UMKM. Achmad Zaky memberikan tempat untuk para pelaku UMKM untuk mendapat akses yang sama terhadap modal, memanfaatkan teknologi, memanfaatkan infrastruktur, serta terhubung dengan konsumen melalui Bukalapak. Strategi bisnis Achmad Zaky sukses membuat Bukalapak memiliki lebih dari 100 juta pengguna dan 15 juta mitra UMKM. Pada tahun 2017, Bukalapak berhasil menjadi perusahaan startup unicorn yang memiliki valuasi hingga USD 1,5 miliar atau Rp 21,9 triliun.

Nadiem Makarim

Nadiem yang sekarang menjabat menjadi Menteri Pendidikan  merupakan mantan CEO dan pendiri dari perusahaan transportasi online terbesar di Indonesia yaitu Gojek. Perusahaan yang telah dibangunnya tidak hanya berfokus pada bidang transportasi saja, namun juga melakukan inovasi dengan membuat e-wallet Go Pay serta GoPlay yaitu platform streaming online.

Pada saat pertama kali diluncurkan Gojek hanya memiliki 20 driver dengan sistem aplikasi yang harus banyak mengalami perubahan dan perbaikan. Selain itu, Gojek merupakan perusahaan startup pertama di Indonesia yang menyandang gelar unicorn.

 William Tanuwijaya

William merupakan CEO serta pendiri dari e-commerce terbesar di Indonesia yaitu Tokopedia. Kisah kesuksesannya dimulai dari Willian yang memutuskan untuk merantau ke Jakarta setelah lulus SMA untuk mengambil pendidikan jurusan teknik informatika di Universitas Bina Nusantara (Binus). Selama menjalani masa kuliah, William memiliki pekerjaan sampingan yaitu sebagai penjaga warnet untuk dapat memperoleh penghasilan tambahan serta internet gratis yang kemudian membuat dia dapat mengenal internet lebih dalam.

Selama bekerja di perusahaan software developer, game developer hingga jual beli online, William berhasil mengumpulkan berbagai pengalaman dan pengetahuan yang dibutuhkannya untuk membangun Tokopedia bersama rekannya Leontinus Alpha Edison pada tanggal 6 Februari 2009. Di tahun pertamanya setelah dirilis pada 17 Agustus 2009,  Tokopedia berhasil mendapatkan suntikan investasi sekaligus dinobatkan sebagai startup e-commerce terbaik di Indonesia oleh Bubu Awards. Pada saat ini, Tokopedia telah berhasil dan sukses menjadi platform e-commerce terbesar di Indonesia yang memiliki puluhan juta user baik itu penjual dan pembeli.

Amanda Susanti

Amanda Susanti merupakan pendiri dari  Sayurbox yaitu sebuah startup ecommerce di bidang makanan. Amanda berhasil mengambil peluang untuk menerapkan metode belanja kebutuhan pokok via online. Amanda sukses menjadikan Sayurbox sebagai  jalan keluar dari kesulitan utama para petani yaitu dengan memutus rantai pasok yang panjang. Pada awalnya, para petani kesulitan untuk mendapatkan akses langsung ke pasar, karena harus melalui beberapa tahapan dari para tengkulak. Sehingga, menyebabkan harga sayur mayur menjadi lebih mahal dan di sisi lain harga yang ditawarkan ke petani terpaksa ditekan.

Dengan permasalahan tersebut, Amanda mencari solusi dengan menggunakan teknologi untuk memangkas alur dalam penjualan tersebut. Sehingga, proses distribusi sayur mayur dari petani ke konsumen menjadi lebih cepat. Pada awalnya, Amanda menggunakan media sosial untuk mempromosikan Sayurbox. Karena permintaan yang semakin meningkat,  Sayurbox upgrade dengan menggunakan website serta aplikasi.

Amanda sempat menghadapi tantangan yang harus dihadapi dan dipecahkan. Misalnya, tidak ada pendanaan, UI UX aplikasi yang kurang memuaskan, server sering down, dan yang lainnya. Beruntung  Amanda dapat melewatinya, hingga kini Sayurbox setidaknya sudah memiliki hampir 1000 pesanan spaceman slot setiap harinya. Pesanan tersebut dipasok dari 300 mitra peternakan serta petani lokal untuk 50.000 pelanggan.

 Andre Soelistyo 

GoTo merupakan hasil merger dari dua startup terbesar di Indonesia yaitu Gojek dan Tokopedia. Keberhasilan GoTo tidak lepas dari kesuksesan seorang Andre Soelistyo. Pada awalnya, Andre Soelistyo merupakan Presiden Gojek, yang memiliki peran untuk membangun pondasi perkembangan dan pertumbuhan jangka panjang pada Gojek. Lalu pada 2019, Andre diangkat sebagai Co-CEO Gojek, kemudian pada tahun 2021 didapuk sebagai CEO GoTo.

Selama Andre memimpin, GoTo berhasil slot qris memberikan kombinasi antara ecommerce, layanan on-demand serta finansial untuk para konsumen. Dengan keberhasilan tersebut membuat nilai valuasi Go To naik hingga mencapai USD 18 miliar. Sedangkan pada tahun 2020, tercatat GoTo berhasil memiliki nilai transaksi hingga mencapai USD 22 miliar atau setara dengan Rp319 triliun.